Di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam, minuman kopi tidak sekadar menjadi pelengkap aktivitas sehari-hari. Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, dan Batam menjadi lahan subur bagi bisnis kopi kreatif. Salah satu sosok inspiratif yang mencuri perhatian adalah Dina Setiawan, bersama suaminya Setiawan, yang memulai perjalanan bisnis mereka dengan mendirikan Batam Coffee.
Batam Coffee didirikan pada tahun 2018 dengan visi memperkenalkan kopi asli Indonesia ke masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau. Dalam merintis usaha, Dina dan Setiawan menghadapi banyak tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga harus belajar tentang dunia kopi dari nol.
Awalnya, Dina hanya mengandalkan modal tabungan pribadi dan menyulap ruangan kosong di rumah mereka menjadi kedai kopi sederhana. Mereka memulai dengan menu kopi basic, seperti kopi tubruk, kopi susu, dan kopi hitam. Tidak jarang mereka harus begadang untuk mempersiapkan bahan dan meracik kopi agar kualitas tetap terjaga.
Beberapa tantangan awal yang mereka hadapi meliputi:
Namun, kegigihan Dina dan Setiawan membuat mereka tidak mudah menyerah. "Kami selalu bermimpi menjadikan Batam Coffee sebagai jembatan bagi petani lokal dan pecinta kopi di Kepulauan Riau," ujar Dina dalam salah satu wawancara di tahun 2021.
Melihat peluang besar di industri kopi, Dina dan Setiawan terus mengembangkan menu dan strategi pemasaran. Mereka mulai berkolaborasi dengan petani kopi di daerah Sumatra dan Jawa untuk mendapatkan biji kopi terbaik. Dengan sistem direct trade, Batam Coffee membeli biji kopi langsung dari petani, sehingga mendukung kesejahteraan petani.
Selain itu, mereka menerapkan berbagai inovasi menu seperti:
Tak hanya minuman kopi, Batam Coffee juga memperkenalkan pastry dan produk makanan ringan dengan bahan-bahan lokal. Semua inovasi ini menjadi nilai tambah bagi Batam Coffee dan membedakannya dari kedai-kedai kopi lain di Batam.
Pada era digital, Dina dan Setiawan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pelanggan. Mereka aktif membagikan edukasi tentang kopi, behind-the-scenes proses pembuatan kopi, hingga konten inspiratif tentang petani kopi. Batam Coffee dikenal lewat Instagram, TikTok, dan Facebook dengan ribuan followers loyal.
Mereka juga mengadakan event komunitas kopi secara rutin setiap bulan. Event ini mengundang masyarakat dan pelaku usaha kopi untuk belajar bersama, membuat Batam Coffee semakin dikenal sebagai pusat komunitas kopi di Kepulauan Riau.
Kisah Dina Setiawan dan Setiawan tidak hanya soal bisnis, tetapi juga tentang inspirasi. Sukses Batam Coffee membuat banyak pemuda Batam dan Kepulauan Riau tergerak untuk berwirausaha di bidang kopi. Dina sering menjadi narasumber seminar UMKM dan pelatihan entrepreneurship di beberapa kampus.
Mereka percaya bahwa semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas sumber daya lokal adalah kunci keberhasilan sebuah usaha. Dina menceritakan bagaimana setiap langkah kecil, seperti memperbaiki resep kopi atau memberikan pelayanan terbaik, telah membawa Batam Coffee menuju satu tingkat lebih baik.
Bukan hanya dari segi bisnis, Batam Coffee juga memberikan dampak sosial. Dina dan Setiawan sering melakukan pendampingan kepada petani kopi agar mampu menghasilkan produk berkualitas. Mereka membantu pelatihan cara panen, pengolahan kopi, hingga packaging.
Batam Coffee juga mendorong pemberdayaan wanita di pedesaan untuk ikut berperan di sektor kopi. Beberapa kelompok wanita tani di Kepulauan Riau kini menjadi bagian dari proses bisnis Batam Coffee, terutama dalam pengolahan biji kopi.
Berbagai penghargaan telah diraih Batam Coffee, antara lain:
Penghargaan tersebut membuktikan bahwa kerja keras dan inovasi Batam Coffee sudah diakui secara nasional maupun internasional.
Ke depannya, Dina dan Setiawan berkomitmen untuk terus mengembangkan Batam Coffee dengan membuka cabang di beberapa kota lain di Kepulauan Riau. Mereka juga berencana membuat program pelatihan intensif bisnis kopi bagi anak muda, agar generasi berikutnya mampu melahirkan brand-brand kopi lokal berkualitas.
Dina berharap Batam Coffee dapat menjadi kebanggaan Kepulauan Riau dan mengangkat potensi kopi Indonesia ke panggung dunia. "Kami ingin membawa rasa kopi Indonesia ke hati setiap orang, baik di dalam maupun luar negeri," ujarnya.
Batam Coffee, di bawah kepemimpinan Dina Setiawan dan Setiawan, telah memberi warna baru bagi dunia kopi Kepulauan Riau. Lewat perjalanan penuh kerja keras, mereka membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang menjadi bisnis berdampak besar, baik secara ekonomi maupun sosial.
Inspirasi mereka adalah bukti bahwa siapa saja dapat mewujudkan mimpi dengan ketekunan dan semangat berbagi, serta berinovasi tanpa henti. Kisah sukses ini diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat Kepulauan Riau dan Indonesia secara umum untuk terus berjuang, membangun usaha, dan menciptakan kebermanfaatan bagi banyak orang.