Dina Susanti lahir di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, di mana nilai-nilai kerja keras dan kejujuran selalu ditanamkan oleh orang tua. Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang ekonomi, Dina memutuskan untuk merantau ke Batam demi mencari peluang yang lebih besar.
Pada tahun 2010, Dina bertemu dengan Susanti, seorang pengusaha muda yang telah memulai bisnis properti di Batam sejak tahun 2007. Pertemuan keduanya berawal dari seminar bisnis properti yang diadakan di kota Batam. Mereka saling berbagi pengalaman dan kenekatan untuk mencoba peruntungan di bidang properti.
Susanti Batam Property lahir dari gabungan visi dua wanita ini. Pada mulanya, mereka hanya memasarkan rumah subsidi dan apartemen kecil untuk masyarakat menengah di Batam. Tantangan terbesar adalah persaingan ketat dan kepercayaan konsumen yang masih rendah terhadap perusahaan baru.
Kepercayaan tersebut mereka bangun perlahan melalui:
Berkat keuletan mereka, dalam waktu dua tahun, perusahaan berhasil memasarkan lebih dari 120 unit rumah dan apartemen di kawasan Batam Center, Nagoya, hingga Hang Nadim.
Tidak berhenti di situ, Dina dan Susanti mulai menerapkan strategi pemasaran digital yang saat itu belum umum di Batam. Mereka membangun situs web, menghadirkan konten informatif tentang properti, serta menyediakan layanan konsultasi melalui platform online.
Inovasi lainnya adalah memberikan virtual tour properti, sehingga konsumen dari luar kota atau luar negeri dapat melihat rumah tersebut sebelum memutuskan membeli. Inisiatif ini menarik perhatian pasar dan meningkatkan penjualan properti secara signifikan.
Susanti Batam Property tidak sekadar menjual rumah, tetapi mulai membangun kawasan hunian yang ramah lingkungan. Mereka bekerja sama dengan kontraktor lokal dan pemerintah daerah untuk mewujudkan perumahan yang memiliki taman hijau, fasilitas olahraga, dan lingkungannya bebas dari polusi.
Selain itu, mereka sering mengadakan seminar gratis untuk masyarakat mengenai cara membeli rumah dengan aman, tips memilih properti, serta pentingnya perencanaan keuangan keluarga.
Tidak sedikit tantangan yang dihadapi Dina dan Susanti, terutama saat pandemi melanda pada tahun 2020. Penjualan properti menurun drastis, namun mereka tidak menyerah. Mereka beradaptasi dengan meluncurkan program “Cicilan Ringan” dan diskon khusus untuk tenaga kesehatan.
Mereka juga memperkuat pemasaran online serta memperluas cakupan layanan hingga ke Tanjung Pinang dan Karimun. Perlahan bisnis mulai bangkit kembali seiring pemulihan ekonomi.
Susanti Batam Property turut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Setiap proyek properti yang dijalankan melibatkan tenaga kerja lokal dan UMKM sekitar. Mereka juga mendukung program sosial, seperti pembangunan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu.
Pada tahun 2022, perusahaan memenangkan penghargaan “Developer Sosial Terbaik Kepulauan Riau”, berkat komitmen mereka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dina dan Susanti tidak hanya menjadi inspirasi bagi pengusaha muda di Batam, tapi juga membawa perubahan besar dalam industri properti lokal.
Ada beberapa hal utama yang menjadi kunci sukses mereka:
Kisah Dina Susanti dan Susanti Batam Property tidak hanya menjadi kisah sukses bisnis, tetapi juga cerita tentang perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat Kepulauan Riau. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa wanita dapat berperan penting dalam memajukan industri properti dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Mereka berkomitmen terus berbagi ilmu dan pengalaman melalui pelatihan, seminar, dan mentoring bagi generasi muda Batam serta Kepulauan Riau. Dengan demikian, mereka berharap menyinari masa depan industri properti lokal dan memberikan harapan bagi yang ingin memulai usaha sendiri.
Kisah Dina Susanti dan Susanti Batam Property adalah inspirasi penting, bahwa peluang selalu ada bagi mereka yang mau berusaha, berinovasi, dan terus belajar.