Fery Santoso lahir dan besar di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Dengan latar belakang keluarga sederhana, Fery telah terbiasa menghadapi tantangan sejak kecil. Setelah lulus dari sekolah teknik, ia bekerja di bengkel kapal lokal. Di bengkel tersebut, Fery menyadari potensi industri perkapalan di wilayah pesisir dengan banyaknya kapal kecil yang beroperasi di perairan Riau.
Melihat peluang tersebut, pada tahun 2013, Fery santoso memberanikan diri mendirikan usaha sendiri dengan modal tabungan dan hasil penjualan sepeda motornya. Ia menamai usaha bengkel kapal miliknya Santoso Marine, dengan mimpi suatu saat bisa membuat dan memperbaiki kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Indonesia, khususnya Kepulauan Riau.
Di tahun-tahun awal, Santoso Marine hanya melayani perbaikan kapal kecil milik nelayan lokal. Namun, dengan kerja keras, inovasi, dan pelayanan yang prima, bisnis ini semakin dikenal. Fery memanfaatkan media sosial dan jaringan lokal untuk memperluas jangkauan pelanggan. Tak butuh waktu lama bagi Santoso Marine untuk merambah pasar lebih luas, termasuk perusahaan-perusahaan ferry, kapal kargo, dan bahkan operator pariwisata.
Santoso Marine mulai mempekerjakan tenaga kerja setempat, membina mekanik muda, dan membangun workshop yang lebih besar. Inovasi utama yang dilakukan Fery adalah menawarkan layanan on-site repair dan penyediaan spare part kapal yang cepat dan terjangkau, sesuatu yang pada waktu itu jarang dilakukan oleh bengkel kapal lokal.
Fery Santoso sangat memahami bahwa keberhasilan dalam bisnis maritim membutuhkan kepercayaan pelanggan. Untuk itu, ia memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan kualitas tinggi dan transparansi. Di tengah persaingan ketat dan tantangan ekonomi, Fery tidak menyerah. Ia rutin mengikuti pelatihan teknik dan manajemen, serta menggandeng institusi pendidikan untuk menyiapkan tenaga kerja terlatih.
Tantangan terbesar datang ketika pandemi Covid-19 melanda. Imbas dari turunnya aktivitas pelayaran membuat pendapatan menurun drastis. Namun, Fery mengubah strategi dengan menerima pekerjaan pembuatan kapal kecil untuk transportasi lokal dan pengadaan kapal penangkap ikan untuk kelompok nelayan. Perlahan-lahan, bisnis Santoso Marine kembali bangkit.
Keberhasilan Fery Santoso dan Santoso Marine tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi pribadi, tapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat Kepulauan Riau. Dengan menyediakan lapangan kerja dan pelatihan, Santoso Marine membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah pesisir.
Santoso Marine juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam program revitalisasi kapal-kapal tua milik nelayan dan mengembangkan inovasi perkapalan ramah lingkungan. Berkat kerja keras Fery, banyak nelayan lokal kini bisa memiliki kapal yang lebih layak dan efisien.
Kegigihan, integritas, dan komitmen pada layanan membuat Fery Santoso menerima berbagai penghargaan, antara lain:
Fery juga sering diundang sebagai pembicara dalam seminar kewirausahaan dan pelatihan maritim, berbagi pengalaman dan motivasi kepada generasi muda di Kepulauan Riau.
Ada beberapa hal utama yang menjadi kunci sukses dalam kisah Fery Santoso:
Fery Santoso memiliki visi jangka panjang untuk Santoso Marine: menjadi perusahaan perkapalan dan layanan maritim terkemuka di Indonesia bagian barat. Ia bercita-cita mendirikan pusat pelatihan maritim untuk mencetak tenaga kerja profesional di bidang perkapalan, serta membangun fasilitas galangan kapal modern di Kepulauan Riau.
Tidak berhenti di situ, Fery juga ingin Santoso Marine bisa memproduksi kapal-kapal ramah lingkungan untuk membantu pelestarian ekosistem laut dan memberikan transportasi yang aman bagi masyarakat pesisir.
Kisah Fery Santoso dan Santoso Marine membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan inovasi, tantangan di daerah bisa diubah menjadi peluang sukses. Ia berharap generasi muda Kepulauan Riau dan Indonesia dapat berani bermimpi dan memulai usaha sendiri.
Dari bengkel kecil di pesisir Tanjung Pinang, kini Santoso Marine telah melebarkan sayapnya dan menjadi penggerak industri maritim lokal. Kisah ini menjadi motivasi bahwa keberhasilan bisa datang dari mana saja, asal diiringi kerja keras dan keinginan untuk berbagi manfaat bagi sesama.