Kepulauan Riau, yang dikenal sebagai salah satu kawasan maritim terpenting di Indonesia, memiliki potensi besar di industri perkapalan. Salah satu nama yang kini menjadi ikon dalam industri tersebut adalah Ivan Bramasta. Melalui Bramasta Shipyard, Ivan berhasil mengubah tantangan menjadi peluang, serta membuktikan bahwa tekad dan kerja keras dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat lokal dan industri nasional.
Ivan Bramasta lahir dan besar di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sejak muda, ia telah tertarik pada dunia maritim, didorong oleh lingkungan sekitarnya yang penuh dengan aktivitas pelabuhan dan kapal. Namun, Ivan menyadari keterbatasan fasilitas perkapalan di wilayahnya. Banyak kapal-kapal nelayan dan transportasi lokal yang mengalami masalah perawatan dan perbaikan, sementara fasilitas shipyard yang tersedia kurang memadai dan mahal.
"Kepulauan Riau adalah gerbang laut Indonesia, tetapi fasilitas perkapalan masih tertinggal. Saya ingin mengubah itu," ujar Ivan Bramasta.
Berbekal pendidikan teknik dan pengalaman magang di shipyard Singapura, Ivan mulai merintis usaha kecil dengan modal terbatas. Ia mendekati para pengusaha lokal, nelayan, dan pemilik kapal, menawarkan jasa perbaikan dan perawatan dengan harga terjangkau namun kualitas terbaik.
Bramasta Shipyard resmi berdiri pada tahun 2010, di sebuah lahan yang tadinya kosong di pinggir Pelabuhan Sei Jang, Tanjung Pinang. Pada awalnya, hanya ada 12 pekerja, sebagian besar adalah lulusan SMK dan nelayan yang dia ajak untuk beralih profesi. Ivan sendiri turun langsung menjadi pembimbing bagi timnya, tak ragu melibatkan diri dalam setiap proses perbaikan dan produksi.
Dengan konsep “community-based shipyard”, ia mengutamakan pelatihan tenaga kerja lokal. Hasilnya, Bramasta Shipyard mampu memperbaiki dan membangun kapal-kapal kecil untuk kebutuhan transportasi antar-pulau dan nelayan. Pangsa pasar mereka pun terus meluas, hingga akhirnya pada tahun 2014, mereka menerima pesanan kapal kargo pertama mereka dari perusahaan logistik besar di Pekanbaru.
Dengan inovasi tersebut, Bramasta Shipyard berhasil menarik perhatian banyak pihak. Kolaborasi dengan universitas lokal dan pemerintah daerah pun dimulai untuk mengembangkan skill dan teknis maritim di Kepulauan Riau.
Jalan menuju kesuksesan tidaklah mudah. Ivan dan timnya kerap menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, sulitnya akses teknologi, hingga masalah regulasi yang sering berubah. Di tahun 2012, Bramasta Shipyard hampir tutup karena terkena dampak kenaikan harga bahan baku. Tetapi, Ivan memanfaatkan momen itu untuk menjalin kemitraan dengan koperasi nelayan lokal, sehingga memperoleh bahan baku secara lebih efisien dan murah.
Tak hanya itu, persaingan dengan shipyard dari Singapura dan Batam juga menjadi masalah tersendiri. Namun, Bramasta Shipyard menawarkan keunggulan dari segi harga dan pelayanan, serta hubungan dekat dengan pelanggan. Mereka cepat tanggap dan menghadirkan solusi setiap terjadi kendala.
Berkat Bramasta Shipyard, ribuan masyarakat lokal kini memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, Ivan aktif membina komunitas maritim dan mengadakan pelatihan gratis bagi anak muda yang ingin masuk ke industri perkapalan. Tak sedikit alumni pelatihan Bramasta Shipyard yang kini menjadi teknisi handal di berbagai galangan kapal Indonesia.
Bramasta Shipyard juga turut membawa perubahan pada perekonomian Kepulauan Riau. Mereka menjadi pemasok kapal bagi perusahaan angkutan regional, logistik, hingga pariwisata. Berkat kemajuan shipyard, akses transportasi antar pulau semakin cepat, harga logistik pun turun, dan potensi wisata maritim semakin terbuka luas.
Kisah Ivan Bramasta dan Bramasta Shipyard telah menginspirasi banyak anak muda di Kepulauan Riau dan luar daerah. Ivan kerap menjadi narasumber di berbagai seminar dan workshop, membagikan pengalaman serta motivasi untuk tidak takut bermimpi dan memulai dari nol.
"Saya ingin generasi muda Kepulauan Riau menjadi penggerak perubahan. Mulailah dari apapun yang ada, jangan takut gagal," pesan Ivan dalam satu seminar nasional.
Hingga saat ini, Bramasta Shipyard telah membangun dan memperbaiki lebih dari 600 kapal, mulai dari kapal nelayan, kargo, speedboat, hingga yacht pariwisata. Shipyard ini juga menerima penghargaan “Shipyard of the Year” dari Kementerian Perhubungan pada 2021 berkat komitmen terhadap kualitas dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Ivan Bramasta pun diakui sebagai tokoh muda inovatif di bidang maritim. Ia terpilih sebagai “Tokoh Inspiratif Kepulauan Riau” versi Majalah Bisnis Indonesia tahun 2022.
Saat ini, Bramasta Shipyard tengah mempersiapkan ekspansi untuk pembangunan kapal offshore dan peralatan laut skala besar. Ivan dan timnya bermimpi menghadirkan galangan kapal berstandar internasional di Kepulauan Riau, sehingga masyarakat lokal tak perlu lagi bergantung pada fasilitas luar negeri. Mereka juga mulai mengembangkan produk ramah lingkungan, seperti kapal berbahan fiberglass dan hybrid.
Ivan optimis, dengan sinergi pemerintah, pengusaha, dan generasi muda, Kepulauan Riau dapat menjadi pusat industri perkapalan Indonesia di masa mendatang.
Kisah sukses Ivan Bramasta dan Bramasta Shipyard merupakan contoh nyata bahwa keberanian, kerja keras, dan inovasi dapat membawa perubahan signifikan, bukan hanya untuk individu, tetapi juga bagi masyarakat luas. Di tengah tantangan dan keterbatasan, Ivan berhasil membangun usaha yang tak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kemampuan SDM lokal.
Keberhasilan Bramasta Shipyard kini menjadi tonggak sejarah bagi industri maritim Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau. Kisah ini dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi siapa pun yang ingin berkontribusi bagi negeri dan terus berjuang mewujudkan mimpi, berbekal tekad dan kerja sama.