Dalam dunia kewirausahaan di Kepulauan Riau, nama Mita Setiawan dan Setiawan menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha. Mereka adalah pemilik dari Batam Flower, sebuah toko bunga yang telah berkembang pesat dan terkenal di kawasan Batam dan sekitarnya. Kisah perjalanan mereka dari merintis usaha hingga sukses membawa Batam Flower menjadi toko bunga terkemuka penuh dengan perjuangan, inovasi, dan semangat pantang menyerah.
Mita Setiawan berasal dari keluarga sederhana di Pinggir Kota Batam. Ia memiliki ketertarikan pada dunia tanaman dan bunga sejak kecil, yang kemudian diperkuat saat ia menikah dengan Setiawan, seorang pekerja di bidang logistik. Bersama-sama, mereka memiliki mimpi untuk membuka usaha sendiri. Pada tahun 2014, dengan dana terbatas dan modal keberanian, mereka mulai merintis usaha toko bunga kecil di sebuah ruko sederhana di daerah Nagoya, Batam.
Awalnya, Batam Flower hanya melayani kebutuhan bunga potong untuk acara pernikahan dan ulang tahun. Mita dan Setiawan berdua turun langsung melayani pelanggan, merangkai bunga, hingga mengirim pesanan ke berbagai pelosok Batam. Tantangan yang mereka hadapi tidaklah mudah, mulai dari keterbatasan modal, persaingan dengan toko bunga lain yang lebih besar, hingga keterbatasan jaringan pemasok bunga segar dari luar Batam.
Dukungan keluarga menjadi pondasi kuat sepanjang perjalanan mereka. Setiawan mendukung penuh ide-ide kreatif Mita yang sering bereksperimen dengan desain rangkaian bunga. Mereka juga melibatkan anak-anak dalam proses bisnis, sehingga menambah kehangatan serta semangat kebersamaan di toko. Salah satu inovasi yang membuat Batam Flower berbeda adalah layanan personalized bouquet, di mana pelanggan dapat memilih sendiri tema, warna, dan pesan yang ingin disampaikan melalui bunga.
Selain itu, Batam Flower menjadi toko bunga pertama di Batam yang menyediakan layanan pemesanan online dan pengiriman ke seluruh Kepulauan Riau. Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook, mereka berhasil memperluas jangkauan pasar ke luar kota, bahkan ke Singapura dan Malaysia dengan pelanggan dari ekspatriat.
Pada tahun 2020, pandemi Covid-19 menyerang dunia. Bisnis di Batam mengalami penurunan drastis, termasuk Batam Flower yang kehilangan banyak pesanan untuk event-event besar seperti pernikahan dan wisuda. Mita dan Setiawan tidak menyerah; mereka justru memutar otak untuk menciptakan produk baru seperti buket bunga kering dan paket hampers bunga dan snack.
Selama masa pandemi, mereka aktif mengedukasi masyarakat tentang manfaat memiliki tanaman hias di rumah melalui sesi live Instagram dan workshop daring. Perlahan, Batam Flower mulai bangkit dan mendapat permintaan baru dari kalangan keluarga dan perkantoran yang ingin memperindah ruang kerja dan rumah.
Beberapa kunci sukses Mita Setiawan dan Setiawan dalam membangun Batam Flower antara lain:
Mita dan Setiawan juga rutin mengadakan pelatihan bagi karyawan dan komunitas ibu rumah tangga untuk meningkatkan keterampilan merangkai bunga. Hal ini menciptakan nilai tambah sosial, sekaligus mengembangkan SDM lokal.
Berkat kerja keras dan dedikasi, Batam Flower mulai mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kepulauan Riau. Pada tahun 2022, Batam Flower memperoleh penghargaan UMKM Kreatif Batam juga masuk nominasi “Best Flower Shop” dari Asian Florist Association. Media lokal sering menampilkan kisah perjalanan Batam Flower sebagai inspirasi bagi generasi muda Batam untuk berani memulai usaha.
Selain penghargaan bisnis, Mita Setiawan juga kerap diundang sebagai pembicara dalam seminar kewirausahaan di kampus dan instansi pemerintahan. Ia membagikan pengalaman dan tips membangun bisnis bunga dari nol hingga sukses seperti sekarang.
Batam Flower tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membuka lapangan kerja, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitar toko. Setiawan aktif dalam membina komunitas petani bunga lokal untuk menjaga keberlanjutan kualitas bunga yang dijual. Mereka juga rutin mengadakan program “Green Day” sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, di mana pelanggan dapat menukarkan pot bekas untuk tanaman baru gratis.
Usaha ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Batam, memotivasi tumbuhnya lebih banyak pelaku usaha mikro dan menanamkan nilai cinta lingkungan lewat tanaman dan bunga.
“Bagi kami, membangun usaha bukan semata tentang uang, tetapi juga tentang keberanian bermimpi dan membawa manfaat bagi orang banyak. Kami percaya, jika kita mau berusaha, berinovasi, dan menjaga kepercayaan pelanggan, maka pintu rezeki akan terbuka. Jangan takut memulai sesuatu yang baru, dan jangan pernah lelah belajar,” ungkap Mita Setiawan.
Keberhasilan Batam Flower merupakan bukti nyata bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan inovasi, usaha lokal di Kepulauan Riau bisa bersaing, bahkan menjadi inspirasi nasional. Mereka berharap lebih banyak generasi muda Batam yang mengambil langkah serupa dan mengembangkan potensi daerah melalui kewirausahaan yang kreatif dan berkelanjutan.
Kisah sukses Mita Setiawan dan Setiawan dalam membangun Batam Flower adalah perjalanan panjang penuh inspirasi. Dari ruko kecil menjadi bisnis bunga yang dikenal hingga luar negeri, mereka membuktikan bahwa kecintaan terhadap usaha, inovasi tanpa henti, serta kepedulian sosial dan lingkungan adalah kunci utama dalam membangun UMKM yang bermutu dan berdampak luas. Batam Flower kini menjadi simbol harapan, bahwa di Kepulauan Riau, setiap usaha bisa tumbuh dan berkembang asal dijalani dengan hati dan tekad yang kuat.