Pada tahun 2012, Riko Susanti dan Susanti memutuskan merantau ke Batam setelah melihat potensi kota ini sebagai pusat industri dan perdagangan. Mereka sempat mengalami masa-masa sulit, bahkan harus rela tinggal di ruangan kecil dan menabung dari pekerjaan serabutan. Namun, keduanya tidak pernah kehilangan semangat.
Kesempatan pertama muncul ketika mereka bekerja di sebuah perusahaan percetakan. Di sana, Riko dan Susanti belajar banyak hal tentang dunia printing, mulai dari teknik dasar hingga pelayanan pelanggan. Pengalaman ini menjadi modal utama bagi mereka untuk mulai merintis usaha sendiri, dengan modal tabungan dan tekad kuat.
Dengan modal hanya Rp4 juta dan peralatan bekas, Batam Print resmi berdiri di sebuah ruko sederhana pada akhir 2013. Pada tahap awal, mereka hanya menerima pesanan dengan jumlah terbatas, mengandalkan jaringan pertemanan dan relasi di lingkungan sekitar. Riko fokus pada pengoperasian mesin, sementara Susanti menangani pemasaran serta komunikasi dengan pelanggan.
Tantangan utama yang mereka hadapi adalah kurangnya pengalaman bisnis dan pemasaran. Beberapa kali mengalami kegagalan, seperti cetakan yang bermasalah atau pesanan yang tidak selesai tepat waktu. Namun demikian, melalui proses trial and error, Batam Print perlahan memperbaiki pelayanan dan kualitas produknya.
Tidak mudah bagi Riko Susanti dan Susanti untuk bersaing di industri percetakan yang semakin ketat di Batam. Mereka beradaptasi dengan cepat, mengembangkan layanan desain grafis, percetakan custom, hingga print on demand. Selain itu, Batam Print juga aktif membangun jaringan dengan UMKM serta organisasi lokal, menyediakan solusi branding yang terjangkau untuk pelaku usaha kecil.
Dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, Batam Print berhasil menjangkau pelanggan hingga luar kota. Dalam waktu lima tahun, bisnis mereka berkembang pesat, dengan jumlah karyawan bertambah dan omzet yang semakin meningkat. Riko dan Susanti selalu menekankan pentingnya menjaga kualitas, kejujuran dalam berbisnis, dan pelayanan prima.
Kesuksesan Batam Print berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Riko Susanti dan Susanti aktif memberikan pelatihan kepada pemuda setempat tentang keterampilan percetakan dan desain grafis. Mereka juga membuka program magang bagi mahasiswa lokal, sehingga generasi muda mendapat pengalaman langsung di dunia kerja.
Bahkan, saat pandemi Covid-19 melanda, Batam Print membuktikan ketahanannya dengan berinovasi membuat masker dan bahan promosi kesehatan. Kontribusi ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah dan komunitas bisnis.
Ada beberapa faktor utama yang menjadi kunci kesuksesan Batam Print:
Kisah Riko Susanti dan Susanti membuktikan bahwa keberhasilan tidak datang dengan mudah. Semua dimulai dari keberanian mengambil peluang, keuletan menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus belajar. Batam Print kini menjadi salah satu mitra usaha pilihan bagi pelaku bisnis di Kepulauan Riau, dengan reputasi sebagai percetakan yang dapat diandalkan dan inovatif.
Keberhasilan mereka menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda yang ingin membangun usaha sendiri. Riko Susanti dan Susanti percaya, siapa pun bisa sukses asal mau berusaha dan berdoa, serta tidak pernah menyerah meski menghadapi rintangan berat. Mereka selalu mengingatkan, "Bisnis bukan hanya soal uang, tapi juga bagaimana kita memberi manfaat untuk orang lain."
Riko Susanti dan Susanti Batam Print berencana mengembangkan percetakan ramah lingkungan dan lebih modern di masa mendatang. Mereka ingin memperluas layanan dengan teknologi terbaru, sekaligus tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Dengan visi yang jelas dan semangat kolaborasi, mereka percaya Batam Print dapat terus berkembang dan memberikan manfaat untuk masyarakat Kepulauan Riau.
Kisah sukses Riko Susanti dan Susanti Batam Print adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan niat baik, siapa pun dapat meraih impian dan membangun bisnis berkelanjutan di daerah sendiri.