Kepulauan Riau dikenal sebagai gerbang ekonomi dan pariwisata di Indonesia bagian barat, namun siapa sangka di tengah pesatnya pembangunan, ada kisah inspiratif dari dua pengusaha muda yang menghadirkan keindahan bunga dan tanaman hias, yakni Dina Setiawan dan Setiawan. Mereka mendirikan Batam Flower, sebuah usaha bunga dan tanaman hias yang kini menjadi favorit masyarakat di Batam, Tanjung Pinang, bahkan ke Singapura.
Dina Setiawan, seorang wanita muda yang memiliki passion di bidang florikultura, berjumpa dengan Setiawan di sebuah acara seminar kewirausahaan tahun 2016. Dari percakapan singkat itu, lahirlah kesepakatan untuk membangun bisnis bersama yang berfokus pada bunga lokal dan tanaman hias berkualitas. Tantangan pun bermunculan—keterbatasan modal, minim pengalaman, serta persaingan harga dari bunga impor menjadi hambatan awal mereka.
Visi Batam Flower sederhana namun kuat: menghadirkan keindahan alam bagi setiap rumah di Kepulauan Riau dan memperjuangkan produk lokal agar mampu bersaing dengan bunga impor. Dina dan Setiawan memulai usaha dengan modal dari tabungan pribadi dan sumbangan keluarga, serta mencari petani bunga lokal untuk berkolaborasi.
Mereka membangun relasi erat dengan petani di Bintan, Batam, serta Tanjung Pinang, memastikan pemasok bunga lokal berkualitas dan membantu petani mendapatkan harga lebih baik. Usaha ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, utamanya karena Batam Flower menyediakan bunga dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas.
Salah satu kunci sukses Batam Flower adalah inovasi. Dina dan Setiawan menghadirkan layanan toko bunga online pertama di Kepulauan Riau. Pelanggan dapat memesan buket, tanaman pot, dan rangkaian bunga untuk berbagai acara hanya melalui aplikasi atau website, yang pada waktu itu menjadi terobosan baru. Layanan pengiriman bunga pun dibuat cepat dan aman, bahkan hingga ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
Selain itu, mereka mengadakan workshop merangkai bunga, kursus urban gardening, dan event berbasis komunitas. Batam Flower juga aktif bekerjasama dengan hotel, restoran, perkantoran, dan event-organizer, sehingga omzet perusahaan melonjak signifikan hanya dalam dua tahun pertama.
Di masa pandemi Covid-19, Batam Flower tidak sekadar bertahan, tetapi berkembang. Dina dan Setiawan memanfaatkan media sosial untuk edukasi soal tanaman indoor, serta membantu masyarakat menjaga kesehatan mental lewat merawat tanaman. Penjualan melalui marketplace dan media sosial meningkat lebih dari 300% selama tahun 2020–2021.
Ada beberapa kunci keberhasilan Batam Flower yang dapat menjadi inspirasi banyak pengusaha muda:
Tidak mudah membangun bisnis di sektor baru seperti florikultura di Batam, namun dengan ketekunan dan visi yang jelas, Batam Flower mampu bertahan dan berkembang. Keberhasilan mereka juga membawa dampak positif pada munculnya usaha-usaha florikultura lain, sehingga ekosistem industri tanaman hias dan bunga di Batam semakin berkembang.
Batam Flower bukan hanya sukses secara bisnis, tetapi juga membawa dampak sosial. Lebih dari 40 petani di Kepulauan Riau kini menjadi mitra, dan ratusan anak muda teredukasi tentang florikultura dan urban gardening. Dina dan Setiawan kerap menjadi pembicara di seminar kewirausahaan, menginspirasi generasi muda untuk membangun bisnis berbasis passion dan inovasi.
Batam Flower menggandeng sekolah dan perguruan tinggi untuk program magang, sehingga menumbuhkan minat generasi muda pada bisnis agrikultur modern. Mereka juga aktif dalam aksi sosial berupa pembagian tanaman hias gratis kepada masyarakat kurang mampu, serta edukasi di masyarakat tentang manfaat merawat tanaman untuk kesehatan fisik dan mental.
Kisah Batam Flower dan dua sosok dedikatif di baliknya menjadi bukti bahwa keberhasilan bukan hanya soal profit, tetapi juga tentang kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dina dan Setiawan percaya bahwa kunci sukses adalah “berbuat baik, berinovasi, dan bersyukur atas setiap proses”.
Ke depan, Dina Setiawan dan Setiawan berencana memperluas jaringan ke beberapa kota besar di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, mereka tengah menyiapkan program edukasi florikultura bagi petani muda dan program pelestarian tanaman endemik Kepulauan Riau. Batam Flower juga ingin memperkenalkan bunga dan tanaman hias Kepri ke pasar internasional, sehingga potensi daerah bisa dikenal luas.
Dengan semangat dan dedikasi, cerita perjalanan Batam Flower telah membuka jalan bagi industri florikultura di Kepulauan Riau, sekaligus menjadi inspirasi bahwa impian dapat diwujudkan bila diiringi tekad dan inovasi. Kisah Dina Setiawan dan Setiawan membuktikan, bahwa di tengah keterbatasan dan tantangan, selalu ada peluang untuk berkembang dan memberi dampak positif bagi banyak orang.
Perjalanan Dina Setiawan dan Setiawan melalui Batam Flower adalah pelajaran berharga bagi siapa saja yang ingin membangun bisnis di daerah. Mereka membuktikan bahwa dunia florikultura tidak hanya menjanjikan estetika dan profit, tetapi juga kesempatan memperdalam nilai sosial, memperkuat ekonomi lokal, dan memberi inspirasi nyata bagi generasi muda.
Kisah sukses Batam Flower di Kepulauan Riau menjadi cerminan bahwa tekad, inovasi, dan kolaborasi mampu membawa perubahan besar. Dina Setiawan dan Setiawan adalah dua sosok luar biasa yang mengubah wajah florikultura di Kepri, sekaligus membuktikan bahwa impian sederhana dapat menjadi pionir perubahan di masa depan.